6 Rukun Iman yang Harus Diketahui

Selain rukun Islam, ada juga rukun iman yang harus ummat Islam ketahui dan imani. Rukun iman sendiri berasal dari dua suku kata, yakni ‘Rukun’ artinya pilar atau tiang, sedangkan ‘Iman’ artinya kepercayaan. Jadi, rukun iman ini artinya pilar/tiang keimanan yang harus dimiliki oleh setiap muslim di seluruh dunia.

Hal ini sesuai dengan firman Allah di dalam Al Quran yang berbunyi :

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan dari Tuhannya, demikian juga orang-orang yang beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya,” (QS. Al Baqarah : 285).

Maka dari itu, dalam tulisan kali ini akan coba membahas tentang rukun iman beserta maknanya sebagai berikut.

  • Iman Kepada Allah

Rukun iman kepada Allah menjadi dasar dari keimanan seseorang selaku umat Islam. Karena kita harus mengakui keesaan Allah. Allah lah sang pencipta alam semesta, penguasa langit dan bumi dan satu-satunya yang layak disembah oleh seluruh umat manusia. Allah tidak beranak dan tidak diperanakan.

  • Iman Kepada Malaikat

Malaikat adalah makhluk yang diciptakan Allah dari cahaya dan terkenal taat kepada setiap perintah Allah.

Sedikitnya ada 10 malaikat yang harus diyakini umat Islam, namun sebenarnya terdapat lebih dari bilangan tersebut. Malaikat juga bertugas menjadi perantara Allah.

Adapun 10 malaikat tersebut antara lain adalah Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan Ridwan.

  • Iman Kepada Kitab-Kitab Allah

Setidaknya ada 4 kitab suci yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul untuk bekal mengajarkan tauhid dengan meyakini bahwasanya Allah merupakan satu-satunya yang layak disembah tidak ada yang lain.

  • Iman Kepada Nabi dan Rasul

Rukun iman yang keempat adalah beriman kepada nabi dan rasul Allah. Tidak semua nabi adalah rasul, tetapi semua rasul sudah otomatis adalah seorang nabi.

Nabi dan Rasul adalah seorang utusan Allah yang diberi-Nya wahyu. Cuman perbedaannya Allah perintahkan para rasul-Nya itu untuk menyebarkan firman Allah kepada ummat sementara nabi tidak demikian.

  • Iman Kepada Hari Akhir (Kiamat)

Hari kiamat merupakan hal yang sering diingkari oleh manusia. Sebagai seorang muslim kita wajib meyakini akan datangnya hari akhir sebagai penyemangat dalam beribadah dan sebagai bukti bahwa hari kiamat itu benar adanya dan seluruh umat manusia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Di hari kiamat nanti semua umat manusia akan dikumpulkan dengan berbagai keadaan sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di dunia. Misalnya ada yang tenggelam dalam keringatnya sendiri karena jarak matahari yang sangat dekat sehingga panasnya bisa melelehkan tubuh.

  • Iman Kepada Qada dan Qadar (Takdir)

Beriman kepada Qada dan Qadar artinya percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi pada makhluk-Nya. Meskipun demikian, manusia tetap harus berusaha dan berikhtiar dalam mencapai sesuatu.

Qada dan Qadar untuk seluruh makhluk-Nya telah tercatat dalam kitab suci Al Quran, yang berbunyi:

Artinya : “Dan pada sisi Allah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. An An’am : 59)

Leave a Reply

Your email address will not be published.