KPK Pastikan akan Hadiri Praperadilan Setya Novanto

Kabar berita terbaru menyebutkan bahwa KPK pastikan akan menghadiri sidang praperadilan yang diajukan oleh Setya Novanto. Hal ini sidampaikan oleh Priharsa Nugraha, Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang sudah menyatakan jika pihak KPK akan mempercepat proses pelimpahan berkas Setya Novanto yang saat ini menyandang status sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan E-KTP. Proses gugatan praperadilan Setya Novanto sendiri akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 7 Desember 2017.

Saut, saat ditemui di Gedung KPK yang berlokasi di Kuningan Jakarta Selatan juga menuturkan jika saat ini berkas Setya Novanto telah diterima dan sudah siap untuk disidangkan oleh kejaksaan. Pelimpahan berkas akan dilakukan sebelum praperadilan digelar, sehingga  praperadilan secara otomatis akan dibatalkan atau digugurkan. Lebih lanjut, Saut menyebutkan jika pelimpahan berkas Setya Novanto sudah di luar limit sehingga harus diselesaikan secepatnya. Saat ini, berkas tersebut hanya tinggal merapikan saja. Harapannya, praperadilan tidak bisa dilanjutkan sebab KPK sudah menyelesaikan berkas kasus Setya Novanto.

Sidang praperadilan Setya Novanto sendiri sebelumnya telah mengalami penundaan selama kurang lebih satu pekan. Rencananya, sidang praperadilan ini akan dilanjutkan kembali pada hari kamis, 7 Desember. Praperadilan ditunda sebab Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menyelesaikan berkas Setya Novanto.

Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, diketahun publik telah terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP, dan saat ini telah mendekam di rumah tahanan KPK. Sebelumnya, penangkapan dan penahanan Setya Novanto sempat berjalan penuh drama sehingga menjadi bulan-bulanan netizen. Setya Novanto sudah dua kali menyandang status tersangka dan selalu lolos dari status hukum setelah memenangkan praperadilan pertama. Hal inilah yang kemudian melatar belakangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bekerja dengan sigap dalam menyiapkan berkas Setya Novanto sebelum diserahkan ke kejaksaan.

Saut menyatakan dengan tegas jika pihaknya akan mematuhi apapun keputusan hakim dalam sidang praperadilan yang dijadwalkan. Hal ini diungkapkan oleh Priharsa Nugraha saat ditemui di Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017.

Begini Kewajiban Terbaru Memperkerjakan Pekerja Asing Bagi

Meski dalam berbagai berita terbaru disebutkan bahwa kita mengalami surplus tenaga kerja, nyatanya tak sedikit tenaga kerja asing yang mampir ke Indonesia. Apalagi memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) seperti sekarang ini, tak sedikit warga asing yang masuk Indonesia untuk bekerja. Di tambahk lagi, Indonesia sedang berada dalam fase negara berkembang. Keberadaan para investor asing juga membuka peluang bagi pekerja asing untuk bekerja di Indonesia. Tapi bekerja di Indonesia bagi para pekerja asing tentu tidak semudah berlibur di Bali yang sangat terkenal seperti Hawainya Indonesia.

Untuk dapat bekerja di Indonesia, para pekerja asing dan juga yang memperkerjakanya, memiliki beberapa kewajiban yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Nah, ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi para pekerja asing untuk bisa bekerja di Indonesia

  1. Kewajiban dalam Berbahasa

Tidak ada kewajiban berbahasa Indonesia. Dilansir dari tribunews.com pada 24 Desember. 2016, para pekerja asing tak lagi diwajibkan untuk bisa berbahasa Indonesia khususnya para pekerja dari Tiongkok. Hal ini juga sempat mengkhawatirkan bagi pekerja Indonesia karena banyak tulisan menggunakan aksara cina.

  1. Memiliki VISA bekerja. Jadi beda ya, antara visa bekerja dan liburan. Kalau memang tujuanya bekerja, ya harus memiliki visa bekerja. Kalau liburan ya liburan. Kalau tidak memiliki visa bekerja, atau hanya punya visa liburan, maka tidak dapat bekerja dan diperkerjakan.
  2. Wajib memiliki pendidikan yang sesuai dengan syarat jabatan kerja yang akan diduduki, sertifikat kompetensi yang sesuai dengan posisi kerja yang diinginkan, dan pengalaman kerja minimal 5 tahun.
  3. Wajib memberikan bukti pelaksanaan dan pendidikan kepada pemberi kerja. Artinya, hanya tenaga ahlilah yang boleh bekerja di indonesia.
  4. Memiliki NPWP (nomor Pokok Wajib Pajak) bagi pekerja asing yang sudah bekerja lebih dari 6 bulan.
  5. Memiliki bukti asuransi yang berbadan hukum di Indonesia. Ini untuk menjamin keselamatan kerja tenaga asing selama di Indonesia.
  6. Ikut sertdalam Jaminan Nasional bagi pekerja asing yang sudah bekerja lebih dari 6 bulan.

Mengenal Hukum di Indonesia Dari Berbagai Sudut Pandang Berita

Sejak memploklamirkan diri sebagai negara yang merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia menyatakan diri sebagai negara dengan menganut paham Negara yang berdasarkan hukum. Hal ini tercermin dalam pasal 1 ayat 3 Undang- Undang dasar 1945 hasil amandemen yang berbunyi “Negara Indonesia adalah Negara Hukum”. Tentunya gagasan Negara Hukum yang dianut oleh Indonesia  bukanlah tanpa sebab. Disini berkaitan erat dengan tujuan dan cita luhur pada pendiri bangsa yang menginginkan Indonesia menjadi negara yang berkeadilan dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam musyawarah Nasional III Persahi pada Bulan Desember 1966 di Jakarta, para sarjana hukum Indonesia telah menyepakati sifat dan ciri-ciri dari negara hukum Indonesia. Terkait sifatnya, Negara Hukum mempunyai sifat yaitu pembatasan dalam bertindak para alat perlengkapan negara yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pembatan bertindak ini dimaksudkan agar tindakan kesewenag-wenangan oleh alat perlengkapan negara dapat dihindarkan.

Ciri Negara Hukum

Sedangkan pada ciri negara hukum sendiri, para Sarjana menyepakati 3 ciri negara hukum sebagai berikut:

  1. Pengakuan dan perlindungan hak-hak asasi manusia yang mengandung persamaan di bidang politik, hukum, ekonomi, dan kebudayaan.
  2. Peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak dipengaruhi oleh sesuatu kekuasaan atau kekuatan apapun
  3. Legalitas dalam segala bentuknya.

Berdasarkan sifat dan ciri-ciri dari negara hukum, pada saat ini, keadaan hukum di Indonesia sangatlah tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati oleh para sarjana. Praktek kewewenag-wenangan para penyelenggara negara sudah tak asing lagi di Negara ini, terbukti dengan maraknya praktek KKN oleh pejabat sebagai penyelenggara negara.

Berbagai Bukti Soal Hukum Dalam Berita Hari Ini

Bukti lain tidak relevannya situasi bernegara saat ini dengan konsep negara hukum adalah praktek keadilan yang tak lagi indepeden. Seperti halnya hakim yang mudah menjual keputusan, aparat peegak hukum yang gambang disuap, dan lain sebagainya, mencerminkan wajah berhukum di Indonesia sangatlah buram. Sehingga hukum yang hakikatnya bertujuan untuk menjamin kepastian, kemanfaatan dan keadilan berubah menjadi hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum hanya dapat dirasakan oleh para elit dan borjuis saja. Sedangkan bagi para si miskin dan si papa hukum hanyalah senjata yang menakutkan dan sewaktu-waktu dapat menggambil kemerdekaannya.

Dengan berbagai fenomena yang terjadi saat ini di indonesia semakin mencerminkan penegakan hukum di Indonesia mengalami kebobrokan fungsi. Pengadilan yang sejatinya sebagai penyelesai masalah tak menjalankan fungsi dan kewenangannya secara utuh. Ia hanya sebagai  pemuas hasrat kalangan elit untuk mengkriminalisasi  si papa.

Pada kasus  nenek Minah misalnya, nenek renta ini mendapatkan ganjaran pidana setelah menjalani berbagai proses peradilan dengan dakwaah melakukan pencurian 3 butir kakao yang nilainya tak seberapa di perkebunan dekat ladangnya. Coba bandingkan dengan ganjaran pidana yang diterima oleh mafia koruptor yang mengambil uang negara bermilyar-milyar, pengadilan hanya memutus beberapa tahun penjara saja.

Dengan demikian jika berita hari ini menyebutkan Indonesia sebagai negara, masih pantaskah?. Hanya anda sendirilah yang dapat menentukan jawabannya.

 

4 Fakta Negara Turki

Turki merupakan negara warisan kerajaan Turki Ustmani, atau yang biasa dikenal dengan nama Ottoman. Bangunan bersejarah, pemandangan alam, budaya, yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal maupun interlokal. Turki memiliki masa lalu, yang bisa dibilang unik. Turki sendiri merupakan awal negara yang dibentuk kerajaan Romawi (konstantinopel), kemudian berganti nama pada masa kerajaan ottoman (Istambul). Turki menjadi saksi hidup dari kehidupan jaman dulu kerjaan besar dunia. Mengunjungi turki akan menjadi pengalaman yang menyenangkan, tanpa banyak basa basi lagi, disini akan saya sampaikan 4 fakta negara Turki.

  1. Memiliki Pasar Tertua dan Terbesar di Dunia

Turki memiliki pasar yang luar biasa dan ikonik serta terkenal didunia. Nama temapt ini adalah Grand Bazaar. Pasar ini memiliki luas ribuan hektar serta lorong lorong yang banyak dan membingungkan. Ada sekitar 3000 toko, yang menjual berbagai pernak pernik khas turki. Pasar ini ada sejak tahun 1455 dan dibangun tak lama setelah kontrol ottoman konstantinopel.

  1. Santa Claus Berasal Dari Turki

Pada dasarnya mayoritas penduduk Turki adalah Islam. Beberapa daerah di Turki dikatakan sebagai tempat penting untuk perjalanan agama kristen. Salah satunya patara dimana ia mengatakan ini adalah tempat kelahiran saint nicholas atau santa claus. Selain itu, ia juga mengatakan jika suatu daerah di turki digunakan sebagai retret oleh perawan maria, tepatnya di ephesus.

  1. Bunga Tulip Adalah Turki Bukan Belanda

Sebagian besar dari kkita menganggap bunga tulip berasal dari Belanda. Ternyata bunga tulip sudah ditemukan sejak masa kerajaan Ottoman di abad ke 16. Kemudian Belanda menerima benih tulip yang dibawa oleh wakil Turki, salain itu Turki juga memperkenalkan kopi dan buah ceri ke dataran Eropa lainnya.

  1. Kapal Nabi Nuh diemukan di Turki

Selain umat Islam, ternyata yahudi dan nasrani pun mempercayai pada kisah Nabi Nuh beserta kisah Kapal raksasa bahtera. Selama bertahun tahun lamanya, peneliti mencari bukti kapal besar Nabi Nuh ini, dan sampai akhirnya mereka menemukan jejak kapal Nabi Nuh di gunung Ararat, Turki.

Perkiraan Berbagai Lembaga Survey Pilkada Jakarta 2017

Pemilihan Gubernur dan wakil gubernur Jakarta 2017 kini memasuki tahap kampanye. Ketiga pasangan yang sedang aktifnya berkampanye berusaha untuk menarik simpati warga. Selain melalui kampanye ketiga pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni, Ahok-Djarot, dan Anies-Sandiaga Uno juga berusaha meraih simpati warga melalui debat yang sudah berlangsung dua kali.

Dengan adanya hal tersebut berbagai lembagai survey sudah mengeluarkan berbagai survey untuk melihat elektabilitas masing-masing calon jelang pilkada Jakarta yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 februari 2017. Survey dari berbagai lembaga ini hampir menggunakan metode yang sama. Meskipun hasilnya berbeda-beda.

Poltracking Indonesia

Lembaga survey Poltracking Indonesia mempunyai prediksi bahwa elektabilitas pasangan Agus-Sylvi unggul dari kedua pasangan lainnya yaitu sebesar 27,92%. Kemudian disusul dengan pasangan Ahok-Djarot sebesar 22,00%. Posisi terakhir dari segi elektabilitas, pasangan Anies-Sandi mendapatkan persentase sebesar 20.42%. Namun lembaga ini memiliki survey mengenai simulasi berlangsungya Pilkada Jakarta menghasilkan suara yang unggul untuk pasangan Agus-Sylvi sebesar 45.92%. kemudian di peringkat kedua Ahok-Djarot meraih suara sebesar 24,83%.

LSI Denny JA

Berbeda dari lembaga survey Poltracking Indonesia, lembaga survey Indonesia Denny JA menyimpulkan jika elektabilitas Ahok-Djarot berada di peringkat bawah yaitu sebesar 10,6 %. Kemudian lembaga ini juga memprediksi jika pasangan Ahok-Djarot kemungkinan besar akan tersingkir pada pemilihan Gubernur dan Calon gubernur Jakarta pada putaran pertama. Namun berbeda dengan pasangan Ahok-Djarot, pasangan Anies dan Sandi memperoleh persentase yang tinggi dari segi elektabilitas yaitu sebesar 31.90%. Kemudian di peringkat kedua disusul oleh pasangan Agus-Sylvi yaitu sebesar 30,90%.