Bagaimana Masa Inkubasi Pada Demam Berdarah?

Pertama di Dunia, Demam Berdarah Menular Lewat Hubungan Seks ...

Sumber : hariansib.com

Demam berdarah yang telah menjangkiti seseorang, tentu melewati berbagai proses yang tidak langsung menimbulkan gejala. Gejalanya baru akan dirasakan setelah beberapa waktu. Kondisi ini disebut dengan masa inkubasi.

Penyakit demam berdarah termasuk penyakit yang masih sering terjadi di Indonesia. Siapa saja bisa mengalami penyakit ini. Di sisi lain, wabah ini biasanya menyerang di musim hujan. Nyamuk Aedes Aegypti adalah penyebab dari penyakit ini khususnya nyamuk yang betina. Setelah masa inkubasi virus dengue selesai, barulah gejalanya muncul.

Apa Itu Masa Inkubasi?

Masa inkubasi adalah rentang waktu yang dibutuhkan dari saat nyamuk menggigit dan kemudian memasukkan virus dengue ke dalam tubuh seseorang sampai gejala demam berdarah muncul. Virus ini akan terus memperbanyak diri di dalam tubuh penderita selama masa inkubasi. 

Lamanya masa inkubasi ini berbeda – beda menurut berbagai pendapat tenaga medis. Beberapa menyatakan bahwa masa inkubasi terjadi selama 4 sampai 10 hari dan ada pula yang menyebutkan selama 8 sampai 12 hari. Secara umum, masa inkubasi berkisar antara 4-7 hari. Setelah digigit nyamuk Aedes Aegypti, penderita akan mengalami gejala demam berdarah dalam waktu 4 sampai 7 hari. 

Gejala Demam Berdarah

Apabila masa inkubasi sudah selesai, tubuh dari penderita akan menunjukkan gejala demam berdarah di fase awal. Gejala yang terjadi baisanya mirip dengan flu parah selama 2-7 hari. Gejala yang dialami penderita seperti : 

  • Demam tinggi hingga mencapai sekitar 40°Celsius.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala berat.
  • Nyeri pada bagian belakang mata.
  • Muncul bintik-bintik kemerahan di kulit.
  • Nyeri otot dan persendian.

Setelah gejala terjadi selama 3-7 hari, tubuh penderita akan terus membaik. Demam akan menurun seiring berjalannya waktu. Padahal, ini merupakan fase kritis demam berdarah. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat maka akan menimbulkan komplikasi yang berbahaya seperti pendarahan. 

Setelah fase kritis, gejala demam berdarah lain akan muncul. Anda pun harus tetap waspada. Beberapa gejalanya seperti : 

  • Nyeri perut parah
  • Sesak napas
  • Muntah terus-menerus
  • Gusi berdarah
  • Mimisan
  • Tubuh terasa lelah atau lemas
  • Muntah darah

Apabila gejala tersebut terjadi, segeralah dapatkan pertolongan medis. Apabila diagnosis yang didapat adalah demam berdarah dengue (DBD), maka dokter akan memberikan pengobatan yang tepat untuk meringankan gejala serta membuat tubuh Anda lebih baik. Perawatan intensif di rumah sakit sangat diperlukan agar penderita lebih cepat sembuh dan mendapatkan penanganan yang baik.

Langkah-Langkah Pencegahan DBD

Apabila terdapat satu atau dua orang yang mengalami demam berdarah di kantor atau tempat tinggal Anda, sebaiknya Anda harus lebih waspada. Saat ada orang yang terjangkit, bukan tidak mungkin akan ada orang lain yang akan mengalaminya juga karena nyamuk Aedes Aegypti mungkin saja masih berkeliaran di sekitar tempat tersebut.

Beberapa upaya pencegahan bisa dilakukan, seperti : 

– Menggunakan lotion atau krim anti nyamuk

– Menyemprotkan obat nyamuk di dalam kamar tidur atau ruangan lain di pagi dan malam hari

– Menggunakan pakaian panjang dan kaos kaki untuk melindungi tubuh

– Memasang jaring anti nyamuk di bagian jendela rumah untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah

– Menggunakan kelambu di sekitar tempat tidur

– Meminta petugas kesehatan untuk melakukan pengasapan atau fogging

Selain upaya di atas, ada beberapa upaya untuk mencegah demam berdarah yang bisa dilakukan misalnya melakukan 3M, yaitu menguras, mengubur dan menutup. Anda harus menguras dan membersihkan bak mandi atau tempat penampungan air lain yang ada di dalam rumah. Selain itu, mengubur atau mendaur ulang sampah juga sangat penting dan juga menutup seluruh tempat penampungan air. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *