Cara Benar Mendapatkan Sertifikasi Halal Dengan Biaya Murah Dari MUI

Memasang label halal adalah menjadi sebuah kewajiban pada saat akan berjualan produk di Indonesia, pasalanya di negara ini penduduknya mayoritas beragama muslim. Tetapi sayangnya belum banyak orang yang mengetahui caranya. Padahal sekarang, presiden jokowidodo sekarang sedang mengupayakan biaya sertifikasi halal gratis.

Muti Arintawati selaku Wakil Direktur LPPOM MUI mengatakan jika prosedur untuk memperoleh produk halal sangatlah sederhana, terlebih lagi jika bahan baku pembuatan produknya ada didalam negeri.

Muti Arintawati mengatakan untuk mendaftar sertifikasi halal hanya bisa dilakukan secara online melalui Website LPPOM MUI www.halalmui.org yang berada pada kolom Layanan Sertifikasi Online Cerol-SS23000 atau bisa langsung daftar ke alamat website www.e-lppommui.prg. Cara ini telah diaplikasikan sejak Juli 2012 lalu.

Pada saat memasuki situs resmi LPPOM MUI tersebut, para pemohon akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran yang berisi tentang status pendaftaran, apakah merupakan pendaftaran baru atau pengembangan dan perpanjangan. Selain itu juga pemohon akan diminta untuk mengisi tentang status sertifikat jaminan halal dan juga jenis produk yang akan didaftarkan kehalalannya. Untuk melakukan perpanjangan harus dilakukan setiap 2 tahun sekali.

Sedangkan untuk mendaftarkan status kehalalan akan diperuntukkan bagi semua bahan dan alat mulai dari bahan baku, bahan hasil produksi, dan alat produksi hingga tentang tata cara proproduksinya. Sebagai contohnya PT Unilever Indonesia yang mendaftarkan sertifikasi halalnya itu mulai dari produksi hingga bahan bakunya. Muti Arintawati mengatakan jika Univeler ini cukup pro aktif karena secara rutin setiap 6 bulan sekali akan memberikan laporan secara sukarela. Sehingga setiap 2 tahun sekali pada saat akan melakukan perpanjangan, akan jauh lebih mudah prosesnya.

MUI setempat baru akan menugaskan tim auditornya untuk melakukan pengecekan produk ke lapangan, setelah lengkapnya persyaratan dan berkas permohonannya. Jika tim auditor tidak menemukan masalah maka mereka akan membuat rekomendasi untuk komisi Fatwa supaya dapat mengesahkan sertifikat halal terhadap produk yang telah terdaftar. Setelah diberikannya rekomendasi maka biasanya proses penerbitan sertifikat halalnya akan berlangsung selama 2 minggu.

Untuk masalah biaya sertifikasi halal sendiri adalah sekitar Rp. 0 hingga Rp. 2,5 juta untuk per jenis produk UKM dan Rp. 0 hingga Rp. 5 juta untuk setiap jenis produk perusahaan besar. Dibutuhkannya dana tersebut adalah untuk melakukan penelitian labotarorium terhadap produk yang telah didaftarkan. Jumlah biaya tersebut diluar biaya untuk audit dan biaya untuk audit lanjutan. Akan diperlukannya audit lanjutan oleh sebuah produk, jika produk tersebut baru dan belum pernah ada di Indonesia. Misalnya saja sebuah produk yang bahan bakunya itu berasal dari luar negeri. Misalnya saja menggunakan bahan baku yang diimpor langsung dari Malaysia. Pada saat MUI nya Malaysia telah mengatakan halal, tetapi tetap saja harus dilakukannya audit kesana.

Pada saat akan mendaftar kehalalan sebuah produk sang pemohon selain harus memenuhi prosedur formal tersebut, tetapi juga diminta untuk kooperatif dengan tim audit yang bertugas dilapangan. Jika sang pemohon tidak bisa bekerjasama yang baik dengan tim audit maka akan sulitnya tim audit untuk meneliti dan memberikan rekomendasi halal. Ada banyak kasus dimana pemilik perusahaan tidak memberitahu tentang komposisi produknya karena khawatir takut dijiplak. Padahal jika tim audit tidak mengetahui komposisinya, maka mereka akan kesulitan untuk menentukan apakah kandungan didalam produk yang didaftarkan itu halal atau tidak.

Jika MUI menemukan ada praktik ketidaksesuaian pada produksinya maka label halal yang didapat sebuah produk dapat dicabut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *