Tips Merawat Pompa Air Agar Awet

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga maupun perusahaan, ada dua cara yang biasa diaplikasikan di masyarakat, pertama yaitu menggunakan suplai air bersih yang disediakan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), dan yang kedua adalah menggunakan pompa air. Dikarenakan sampai saat ini, PDAM hanya dapat menjangkau sebagian kecil perumahan di Indonesia, sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan pompa air. Pompa air ini bekerja dengan mekanisme penghisapan air dari satu air lalu kemudian air hasil hisapan ditampung dalam tower air yang dipasang pada ketinggian tertentu. Barulah air yang ditampung tersebut dapat didistribusikan ke beberapa titik seperti di kamar mandi, dan wastafel.

Mengingat pentingnya pompa air bagi kehidupan sehari-hari, perawatan mesin pompa air yang baik sangatlah dibutuhkan untuk menjaga mesin pompa air awet dan tahan lama. Tentu sangat menjengkelkan ketika Anda ingin memasak, mencuci, mandi atau bahkan sekadar membuang air kecil, dan pompa air Anda rusak, bukan? Meskipun begitu, pompa air seringkali hanya dipandang sebelah mata dan mendapatkan perawatan yang hanya seadanya. Ketika pompa air sudah benar-benar tidak berfungsi, barulah Anda tersadar betapa pentingnya pompa air yang baik untuk kehidupan Anda. Meskipun banyak terdapat jasa service pompa air di sekitar Anda, alangkah lebih baiknya jika Anda merawat pompa air Anda sebaik mungkin untuk memperpanjang masa pakai pompa air Anda.

Ada beberapa hal sederhana yang perlu Anda perhatikan dalam merawat pompa air, yang jika diikuti dengan baik, tentunya akan dapat menjaga keawetan mesin pompa Anda, di antaranya adalah:

  1. Pastikan instalasi listrik di rumah Anda stabil, dan apabila kurang stabil, maka direkomendasikan untuk menggunakan stabilizer. Kondisi listrik yang tidak stabil tentu akan memperpendek usia pompa air. Bukan hanya mesin pompa air yang akan terdampak oleh kondisi instalasi listrik yang tidak stabil, namun juga alat-alat elektronik lain di rumah Anda akan cepat rusak.
  2. Pada pralon penyedot, disarankan untuk dipasangkan penyaring untuk menghindari material-material kecil seperti batu kerikil dan bahan-bahan lain masuk ke dalam kipas penyedot pompa. Kipas pompa sangat krusial untuk menjaga kejernihan dan kesterilan air yang dihisap dari sumur.
  3. Tidak disarankan untuk melindungi atau membungkus pompa air dengan material apapun seperti plastik dan sebagainya karena hal demikian akan membuat mesin pompa menjadi panas dan beresiko terbakar.
  4. Untuk mesin pompa air, gunakan stop kontak tersendiri. Jangan colokkan pompa air pada stop kontak yang tegabung dengan peralatan listrik yang lain, karena pompa air umumnya memerlukan daya listrik yang cukup besar, yaitu sekitar 100 – 500 watt tergantung jenis dan daya hisapnya, dan jika pompa air Anda colokkan pada terminal stop kontak untuk peralatan elektronik lain, hal ini dapat beresiko kebakaran.
  5. Dalam kondisi sumur kering, hindari menyalakan mesin pompa air dalam waktu yang lama. Selain dikarenakan oleh bodi mesin yang terlindung suatu material, mesin bisa juga menjadi panas gara-gara terus digunakan dalam jangka waktu yang lama dalam kondisi sumur yang kering.
  6. Pada teknik pemasangan pipa, usahakan untuk meminimalisir jumlah sambungan dan sudut belokan pada pipa keluar, dan juga pipa hisap. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi hambatan semburan air dari mesin ataupun dari tangki penampung air. Adanya hambatan yang disebabkan oleh tikungan dan sambungan pada pipa bisa mengakibatkan kebocoran yang akan menurunkan daya hisap dan semburan.
  7. Sebelum memasang mesin pompa air, tempatkan pompa air sedekat mungkin dengan sumber air. Jarak yang pendek antara mesin pompa dengan sumber air akan memperkuat semburan air dengan daya hisap yang tidak terlalu kuat. Jika jarak antara permukaan air dengan mesin pompa air dekat, maka Anda dapat menggunakan jenis pompa yang jauh lebih hemat daya listrik dibanding dengan jenis pompa jet pump yang memiliki daya hisap luar biasa, namun juga bisa membutuhkan daya listrik yang besar. Biasanya pompa jet pump ini memerlukan 500 watt daya listrik.
  8. Usahakan untuk menempatkan pompa air terlindung dari elemen-elemen luar seperti panas, cipratan atau genangan air. Pastikan juga pompa air diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik.
  9. Jangan start-shut mesin pompa air terlalu sering. Start-shut di sini maksudnya kegiatan menyalakan-mematikan atau cabut-colok mesin pompa air. Menyalakan-mematikan pompa air terlalu sering dalam interval waktu yang pendek akan beresiko membuat gulungan motor panas dan rusak. Hal terburuk yang dapat diakibatkan oleh start-shut pompa adalah aliran listrik dapat mengalir ke bodi mesin pompa atau bahkan keran air jika keran terbuat dari material konduktif.

Kesembilan tips menarik di atas dapat dengan mudah Anda aplikasikan di rumah, bukan? Pastikan untuk tetap menjaga aktivitas pengoperasian pompa air dalam batas wajar, dan segera bawa mesin pompa Anda ke berbagai ahli service pompa air berkualitas di daerah Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *